15 Wisata Kuliner Jogjakarta yang Viral dan Terkenal
5 mins read

15 Wisata Kuliner Jogjakarta yang Viral dan Terkenal

Wisata Kuliner Jogjakarta, atau yang akrab disapa Jogja, selalu berhasil memikat hati para wisatawan dengan pesona budaya dan kuliner khasnya. Selain gudeg yang legendaris, Jogja juga memiliki beragam kuliner viral dan terkenal yang wajib kamu coba 338SLOT.

15 Wisata Kuliner Jogja yang Sedang Hits dan Patut Masuk Dalam Daftar Kunjunganmu

Jelajahi 5 Kuliner Jogja Viral 2024 yang Akan Membuatmu Ketagihan

1. Sate Klathak Pak Bari

Terletak di Pasar Wonokromo, Bantul, Sate Klathak Pak Bari menawarkan sensasi sate kambing yang dibakar menggunakan jeruji sepeda motor. Dagingnya yang empuk dan bumbunya yang sederhana, hanya garam dan merica, membuat rasanya begitu khas. Tempat ini juga sempat menjadi lokasi syuting film AADC 2, menambah daya tariknya bagi para pengunjung – Wisata Kuliner Jogjakarta.

2. Oseng Mercon Bu Narti

Bagi pecinta pedas, Oseng Mercon Bu Narti adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan, warung ini menyajikan oseng kikil, kulit, dan tulang muda dengan belasan cabai rawit yang siap menggoyang lidahmu, Wisata Kuliner Jogjakarta. Rasanya yang pedas dan gurih membuat siapa pun ketagihan.

3. Sate Klatak Pak Pong

Berbeda dengan sate klathak lainnya, Sate Klatak Pak Pong menggunakan jeruji motor sebagai tusuk sate. Daging kambingnya hanya dibumbui garam dan merica, namun tetap menghasilkan rasa yang lezat. Disajikan dengan kuah gulai yang kaya rempah, sate ini menjadi favorit banyak orang.

4. Bakmi Mbah Mo

Bakmi Mbah Mo yang terletak di Jalan Parangtritis KM 11, Desa Code, sudah ada sejak 30 tahun lalu. Bakmi yang dimasak di atas tungku arang ini menggunakan campuran telur bebek, memberikan rasa gurih yang khas. Tersedia bakmi goreng, rebus, dan nyemek yang siap memanjakan lidahmu – Wisata Kuliner Jogjakarta.

5. Angkringan Lik Man

Angkringan Lik Man di Jalan Wongsodirjan, dekat Stasiun Tugu, adalah salah satu angkringan legendaris di Jogja. Sejak 1967, warung ini menyajikan kopi joss, kopi yang disajikan dengan arang panas, serta nasi kucing dan gorengan dengan harga terjangkau.

6. Suwatu by Milandbay

Untuk pengalaman kuliner yang lebih modern, Suwatu by Milandbay di Prambanan menawarkan hidangan khas Indonesia dengan pemandangan Candi Prambanan yang megah. Wisata Kuliner Jogjakarta – Desain interior ala Bali dan suasana yang romantis menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantap bersama orang terkasih.

7. Tempo Gelato

Beralamat di Jalan Prawirotaman, Tempo Gelato menawarkan berbagai rasa gelato unik seperti spicy chocolate dan daun kemangi. Selain rasanya yang lezat, desain interior setiap cabangnya juga menarik untuk dijadikan latar berfoto.

8. Lumpia Samijaya

Terletak di Jalan Malioboro, Lumpia Samijaya sudah berdiri sejak 1976. Menawarkan lumpia isi ayam dan telur puyuh dengan saus bawang putih spesial, tempat ini selalu ramai pengunjung, Wisata Kuliner Jogjakarta. Harganya yang terjangkau membuatnya menjadi pilihan favorit banyak orang.

9. Warung Kopi Klotok

Warung Kopi Klotok di Jalan Kaliurang menawarkan kopi tradisional yang diseduh dengan cara unik, mirip dengan kopi Turki. Ditemani dengan pisang goreng hangat dan menu lauk sederhana seperti ikan pindang dan sayur lodeh, suasana tenang dan asri membuat tempat ini cocok untuk bersantai.

10. Gudeg Mbah Lindu

Gudeg Mbah Lindu yang terletak di Sosrowijayan adalah salah satu gudeg legendaris di Jogja. Dijajakan sejak masa penjajahan, Mbah Lindu yang kini berusia 100 tahun tetap setia menyajikan gudeg dengan cita rasa autentik. Buka sejak pagi hari, tempat ini selalu ramai pengunjung – Wisata Kuliner Jogjakarta.

11. Geblek Menoreh View

Terletak di Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Geblek Menoreh View menawarkan pengalaman makan ala angkringan dengan pemandangan sawah yang menenangkan. Menu yang disajikan mirip dengan nasi kucing, namun suasana yang ditawarkan membuat tempat ini viral di media sosial.

12. Terminal Kepiting Jogja

Unik dan berbeda, Terminal Kepiting Jogja menyajikan olahan makanan laut di dalam sebuah bus yang telah dimodifikasi. Pengunjung dapat menikmati kepiting dengan berbagai level kepedasan sambil merasakan sensasi makan di dalam bus.

13. Sate Bang B

Sate Bang B menawarkan sate dengan bumbu merah yang segar dan kuah kaldu yang gurih – 15 Wisata Kuliner Jogjakarta yang Viral dan Terkenal.

Kuliner Malam Jogja: 15 Tempat Makan yang Wajib Kamu Coba

Kelebihan Wisata Kuliner di Jogjakarta yang Membuatnya Begitu Istimewa

1. Cita Rasa Autentik yang Kaya Budaya

Jogja dikenal dengan kuliner tradisional yang masih mempertahankan resep turun-temurun, Wisata Kuliner Jogjakarta. Gudeg, sate klathak, bakmi Jawa, hingga mangut lele disajikan dengan cita rasa otentik khas Jawa yang sarat filosofi dan sejarah.

2. Harga Terjangkau untuk Semua Kalangan

Kuliner di Jogja dikenal murah meriah. Kamu bisa menikmati makanan enak dan mengenyangkan hanya dengan beberapa ribu rupiah, baik di angkringan, warung kaki lima, hingga restoran modern.

3. Variasi Kuliner yang Beragam

Dari makanan tradisional, street food, hingga kuliner modern dan fusion, Jogja punya segalanya. Bahkan pilihan vegetarian, vegan, dan makanan sehat kini semakin banyak bermunculan – Wisata Kuliner Jogjakarta.

4. Banyak Tempat Makan Instagramable

Restoran dan kafe di Jogja banyak yang mengusung konsep unik dan estetis. Tempat seperti Tempo Gelato, The House of Raminten, hingga Suwatu by Milandbay tak hanya menawarkan makanan enak, tapi juga spot foto yang menarik.

5. Kuliner Malam yang Hidup

Hidup di Jogja tidak berhenti saat malam tiba. Banyak kuliner malam seperti Gudeg Pawon, Oseng Mercon Bu Narti, dan Angkringan Lik Man yang tetap ramai hingga larut malam, cocok bagi para night owls dan backpacker.

6. Hospitalitas dan Keunikan Pelayanan

Pelayanan yang ramah dan suasana santai khas Jogja menjadi nilai tambah. Banyak warung yang membiarkan pengunjung masuk ke dapur, mengambil makanan sendiri, atau bahkan ngobrol santai dengan pemiliknya.

7. Kental dengan Kearifan Lokal

Banyak tempat makan di Jogja masih menggunakan metode memasak tradisional seperti tungku arang, serta bahan lokal yang segar dan alami. Ini menjadikan pengalaman makan lebih membumi dan penuh makna.